Call Free: +1 234 5678
info@example.com
544 S Grand Ave, Los Angeles, CA 90071, USA
Call Free: +1 234 5678
info@example.com
544 S Grand Ave, Los Angeles, CA 90071, USA
Call Free: +1 234 5678

Google plus tutup 2 april dan “Diabadikan” di Internet archive

Menyusul skandal kebocoran data pengguna, Google mengumumkan bakal menutup jejaring sosial Google+ miliknya pada pertengahan 2019. Belakangan jadwal penutupan Google Plus dipercepat menjadi 2 April ini.

Internet Archive, lembaga non-profit yang membangun “perpustakaan digital” berisi hasil capture laman-laman internet supaya tak hilang ditelan waktu, pun bergegas melancarkan upaya untuk mengabadikan isi Google+ sebelum dihapus oleh sang empunya.

Dalam sebuah pengumuman yang diunggah ke forum online Reddit, Internet Archive mengatakan telah memulai upaya penyelamatan isi Google+ dengan memakai script otomatis. Tak semua konten Google+ bisa disimpan oleh Internet Archive. Hanya posting dan profil publik saja yang akan di-capture, bukan yang ditandai sebagai private atau telah dihapus.

Foto dan video unggahan pun tak akan disimpan dalam resolusi aslinya. Apabila ada pengguna yang tak mau akun Google+ miliknya disimpan oleh Internet Archiive, akun yang bersangkutan disarankan untuk dihapus. Kalau terlanjur disimpan, ada prosedur yang bisa diikuti untuk menghapusnya dari arsip Internet Archive.

Laman-laman Google+ yang diabadikan tersebut nantinya bisa dilihat kembali dengan memakai fitur “mesin waktu” Wayback Machine di situs Internet Archive.

Menurut laporan yang dirangkum dari Android Police, Kamis (21/9/2019), hingga sekarang, Internet Archive sudah mengunduh data sebesar 360 terabyte dari Google+ Internet Archive sendiri sejak 1996 memang berupaya menyelamatkan sejarah internet dengan cara menyimpan laman-laman website. Tujuannya supaya tak lenyap begitu saja apabila sang pemilik website memperbarui laman atau menutup situsnya.

Koleksi perpustakaan digital Interent Archive kini berisi 330 miliar laman web, 20 juta buku dan teks digital, 4,5 juta rekaman audio, 3 juta video, 3 juta gambar, beriktut 200.000 software. Tampilan aneka website lawas bisa dilihat secara kronologis lewat fitur Wayback Machine yang disediakan oleh Internet Archive.

Sumber:kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *